Update

Selasa, 14 Agustus 2018

Hari Pramuka, Simak Kilas Balik Sejarah Hari Pramuka di Indonesia

Hari Pramuka, Simak Kilas Balik Sejarah Hari Pramuka di Indonesia


Sibray - Selamat Hari Pramuka ke-57!

Tanggal 14 Agustus setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Pramuka Indonesia. Awalnya tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari pramuka seiring dengan dianugerahkannya Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961.

Hanya saja saat itu, gerakan Pramuka belum memiliki lambang. Mengutip laman resmi Pramuka Indonesia, tanggal 20 Mei 1961, lambang tunas kelapa menjadi lambang resmi Pramuka melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961.

Sejarah Pramuka Dunia

Gerakan kepanduan Pramuka awalnya dikembangkan oleh Lord Baden Powell. Powell awalnya membuat sebuah gerakan untuk membina kaum muda Inggris yang terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan dan kriminal pada 1907.

Gerakan scouting ini dilakukan terhadap 21 orang secara intensif dengan cara berkemah di pulau Brownsea. Perkembahan ini dilakukan selama delapan hari. Nyatanya, upaya Powell ini menunjukkan hasil yang signifikan. Dia pun menuliskannya dalam buku berjudul Scouting for Boy.

Pengalaman scouting ini didapatkan Powell dari pengalaman masa kecil bersama kakaknya. Latihan tersebut berupa berenang, berlayar, olahraga, sampai berkemah. Dia juga bergabung dalam militer Inggris dan mendapatkan berbagai manfaat kedisiplinan.

Buku ini pun menginspirasi banyak orang untuk mendirikan gerakan Pramuka di dunia. Tahun 1918 dia pun mendirikan organisasi yang disebut Rover Scout dan beranggotakan remaja.

Antusiasme yang besar pada buku dan gerakan kepramukaan yang dibentuknya ini dikukuhkan dengan diadakannya jambore dunia pertama kalinya di London pada 30 Juli-8 Agustus 1920.

Ajang tersebut dihadiri oleh 8.000 anggota pramuka dari 34 negara. Di situ, Powell pun dinobatkan sebagai bapak pramuka dunia.

Sejarah Pramuka Indonesia

Organisasi kepanduan juga berkembang di Indonesia. Saat itu namanya masih belum Pramuka melainkan Nederland Indische Padvinders Vereeniging atau NIPV atau Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Mengutip berbagai sumber, organisasi ini dianggap bisa membantu membentuk karakter seseorang. Beragam organisasi kepanduan lain pun bergabung, tahun 1930 dibentuk Pandu Pemuda Sumatera, 1931 terbentuk Persatuan Antar Pandu Indonesia.

Meski dibentuk di masa penjajahan Belanda, namun organisasi ini dianggap bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Di masa setelah kemerdekaan, Organisasi pandu Rakyat Indonesia tahun 28 Desember 1945 ini didirikan di Solo, Jawa Tengah.

Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dia menjabat sebagai keutua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama sejak Pramuka resmi dibentuk.

Istilah Pramuka sendiri diambil Sultan dari istilah poromuko yang berarti pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan.

Perkembangan kepanduan pun makin berkembang. Tahun 1961 ada sekitar 100 organisasi kepanduan yang terbentuk. Namun organisasi ini baru diperkenalkan secara resmi sebagai Gerakan Pramuka pada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961.

Jambore nasional Indonesia pun pertama kali dilakukan di Situ Baru, Jakarta pada 1973.

Tahun 2006, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan pramuka.