Selasa, 16 Oktober 2018

Kemarau Panjang, Pegawai Pemprov Jawa barat Salat Minta Hujan

Kemarau Panjang, Pegawai Pemprov Jawa barat Salat Minta Hujan


Sibray - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggelar salat Istisqa atau salat meminta hujan di Lapangan Gasibu, Bandung, Selasa (16/10).

Kemarau panjang yang dialami sejumlah kota/kabupaten di Jabar membuat warga kesulitan mengakses air bersih. Bahkan kondisi sejumlah waduk di Jabar baik Jatiluhur maupun Cirata saat ini debit airnya terus menurun.

Salat untuk meminta hujan ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Ketua MUI Jabar Umar Safei menjadi imam dalam salat ini.

"Pak Gubernur Ridwan Kamil menugaskan kita sekaligus mengimbau untuk melaksanakan ikhtiar," kata Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa dalam sambutannya.
Lihat juga: BMKG Tangkal Hoaks Prediksi Kemarau Panjang Sampai 2022

Iwa mengatakan, untuk mengatasi kekeringan, Pemprov Jabar telah melakukan rekayasa lewat koordinasi dengan pemerintah pusat yaitu mendorong terjadinya hujan buatan.

Kedua, lanjut dia, dengan mengimbau kepada bupati dan wali kota dan jajarannya untuk melakukan salat memohon doa agar Tuhan menurunkan hujan.

"Alhamdulillah, niat yang tulus, niat yang ikhlas, semalam sebagian wilayah di Jawa Barat sudah diguyur hujan," ujarnya.

Iwa berharap dengan digelarnya salat secara serentak dan rekayasa cuaca bisa membuat waduk-waduk yang ada di Jabar bisa kembali dipenuhi air. Selain itu areal ladang dan persawahan bisa panen sesuai jadwal karena hujan mulai turun.

"Saya juga mohon kepada bupati dan wali kota untuk melaksanakan hal yang sama karena ini hal penting. Boleh jadi kita (mengalami) kekeringan itu karena kekhilafan, kita tidak luput dari kesalahan," tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Jabar telah melakukan tindakan mulai dari upaya memompa air dari sungai untuk pengairan, meningkatkn jaringan irigasi dan pembagian air secara merata.

Selain itu, pihaknya melakukan langkah jangka panjang dengan mendorong percepatan pembangunan enam waduk yang ada di Jabar yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat.

"Ada Waduk Leuwi Keris di Tasikmalaya, Waduk Sadawarna di Indramayu, sudah ada Waduk Jatigede juga dan waduk di Gedebage dan beberapa waduk pengendalian," paparnya.

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Jabar, kata Iwa, ribuan hektar sawah mengalami kekeringan.

"Dari total 300 ribu lebih sekitar tiga ribuan hektar sawah mendapatkan kekeringan dan ada beberapa fuso yang tidak bisa sama sekali," ungkapnya.

Saat ini, kata Iwa, kondisi kekeringan terparah di Jabar melanda wilayah Indramayu. Untuk itu pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kemarau di sana.

"Paling parah Indramayu. Dengan tadi malam hujan ada beberapa fuso yang digagalkan. Saya akan pantau terus kondisi Indramayu," tegasnya. (hyg/sur) CNN Indonesia Membutuhkan Partisipasi Anda. Ayo Ikuti Survei Ini!.