Kamis, 04 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Akui Karang Cerita Pengeroyokan : Saya Nggak Membayangkan Melakukan Kebodohan ini

Ratna Sarumpaet Akui Karang Cerita Pengeroyokan : Saya Nggak Membayangkan Melakukan Kebodohan ini


Sibray - Ratna Sarumpaet mengakui bila dia telah mengarang berita bohong soal pengeroyokan terhadap dirinya, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (3/10/2018).

Menurut Ratna Sarumpaet, cerita bohong itu berawal dari rasa malu pada anak, usai ia melakukan operasi sedot lemak.

"Saya mohon maaf, apa pun yang saya sampaikan kali ini sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam 2 hari ini bisa mereda,"

"Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah. kedatangan saya disitu karena kami sepakat akan menyedot lemak di pipi kiri dan kanan," kata dalam konferensi pers.

Lanjutnya, sebelumnya ia telah melakukan operasi plastik tiga sampai empat kali dengan dokter yang sama.

Dirinya kaget setelah menjalani operasi, wajahnya seperti orang yang babak belur.

Karena kondis itu, saat pulang ia ditanya oleh anak-anaknya.

Lantas Ratna Sarumpaet mengarang cerita kalau ia telah dipukuli.

"Intinya yg saya katakan ini menyanggah ada penganiayaan," ujar Ratna Sarumpaet dalam konferensi pers yang diadakan di rumahnya tersebut.

"Ini kesalahan yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya lakukan pada hidup saya,"

Ia juga mengakui bila ia menjalani perawatan di klinik kecantikan itu.

Ratna berdalih, kebohongan ini diciptakannya hanya untuk anak dan keluarganya saja.

"Sampai rumah ditanya anak saya, dan saya jawab dipukul orang,"

"Saya nggak pernah membayangkan terjebak dalam kebodohan seperti ini,"

"Kepentingan ini hanya untuk anak saya, tidak ada hubungannya dgdengan pihak luar," ujar Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya, kubu Ratna Sarumpaet menyebut Ratna dikeroyok orang pada 21 September 2018 di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Ratna bahkan sempat bertemu dengan Prabowo Subianto dan Fadli Zon.

Tapi, polisi tak menemukan satu pun bukti soal adanya pengeroyokan ini.

Hasil penyelidikan polisi malah menemukan Ratna Sarumpaet berada di sebuah klinik kesehatan di Jakarta, pada 21 September 2018.

Sementara itu, polisi bakal segera memanggil pihak yang pernah memberikan informasi mengenai pengeroyokan aktivis Ratna Sarumpaet.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, mengungkapkan bahwa penyidik membutuhkan keterangan resmi dari orang-orang yang pernah mengaku mengetahui kondisi Ratna Sarumpaet usai jadi korban pengeroyok.

"Penyidikan akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yaitu orang yang mendengar melihat, mengetahui suatu kejadian," ujar Nico dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Meski begitu, Nico tidak merinci pihak yang akan dipanggil tersebut. Pemeriksaan tersebut bisa dilakukan terhadap keluarga maupun orang terdekat Ratna yang membeberkan kabar dugaan penganiayaan Ratna.

"Nanti yang memberikan informasi terkait keadaan Bu Ratna Sarumpaet tentu akan kami lakukan pemeriksaan, bisa dari pihak keluarga bisa dari siapa pun yang menyampaikan keadaan Bu Ratna Sarumpaet," kata Nico.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang beredar menyebutkan bahwa Ratna dianiaya oleh tiga orang di dekat Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.